Pages

Sabtu, 07 Januari 2012

Perbuatan Keputusan

TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN

Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :

1.Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

2.Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

3.Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.



sumber http://nurmadwidarmayanti.blogspot.com/2009/10/tulisan-tipe-keputusan-manajemen.html

Proses Pembuatan Keputusan


Dalam proses pengambilan keputusan (decision-making process) selalu ada informasi yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, dimana selanjut dengan menggunakan kaidah yang berlaku pada pelaku pengambil keputusan maka dihasilkan keputusan tersebut. Diagram proses pengambilan keputusan tersebut digambarkan oleh Tasrif (2006) sebagai berikut.

Lebih lanjut, dari keputusan yang diambil juga sering kali dapat mengubah informasi serta kaidah yang menjadi dasar dalam pembuatan keputusan selanjutnya denang proses yang disebut juga dengan umpan balik (feedback). Dengan demikian konsep proses pembuatan keputusan dengan feedback dapat digambarkan sebagai berikut.


Salah satu contoh proses pembuatan keputusan adalah dalam konteks pemilihan moda (sarana) untuk perjalanan. Dengan menggunakan pengelompokan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda sebagaimana yang dijelaskan oleh Tamin (2000), maka diagram tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Dalam pengembangan konsep tersebut, Soleh (2009) memberikan gambaran yang lebih detail mengenai proses pembuatan keputusan memilih moda sebagaimana dapat dilihat sebagaimana diagram pada gambar di bawah ini.

Diperlihatkan pada diagram tersebut bahwa ada dua informasi yang diterima oleh seseorang ketika melakukan perjalanan. Pertama adalah ―Informasi awal di mana informasi ini telah diketahui sejak perjalanan itu "akan" dilakukan. Informasi ini umumnya diperoleh berdasarkan pengalaman perjalanan yang dilakukan pada waktu-waktu sebelumnya. Kedua adalah ―Informasi aktual yang baru diperoleh "ketika" perjalan itu tengah dilakukan. Informasi aktual tersebut selanjutnya akan menjadi informasi awal ketika perjalanan berikutnya akan dilakukan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh maka sesuai dengan kaidah yang berlaku pada seseorang, proses pengambilan keputusan tersebut berlajut hingga ditentukannya keputusan pilihan moda.

Kaidah dalam pemilihan moda terbentuk oleh pemahaman dan persepsi mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi perjalanannya. Dengan pemahaman dan persepsi yang berlaku maka dampak dari pilihan-pilihan moda yang tersedia dapat diperkirakan, sehingga selanjutnya menjadi pertimbangan-pertimbangan dalam mengevaluasi pemilihan moda.

Tentunya dari setiap keputusan yang diambil selalu ada dampak yang dihasilkannya, baik negatif maupun positif. Dalam hal ini dampak tersebut selanjutnya menjadifeedback yang dapat sewaktu-waktu mempengaruhi kondisi aktual dan diserap sebagai informasi, serta mengubah kaidah pemilihan moda yang berlaku pada seseorang. Setiap orang bisa menilai dan memberikan respon yang berbeda dalam menanggapi feedback.


Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan
Keterlibatan Bawahan Dalam Pembuatan Keputusan
Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan dapat bersifat resmi missal dengan pembuatan kelompok, bisa juga bersifat tidak resmi missal dengan meminta gagasan dan saran-saran. Pembuatan keputusan yang didasarkan pada sifat formal lebih efektif 
karena banyak masukan-masukan pengetahuan yang lainnya. karakteristik situasi keputusan dan gaya pembuatan keputusan manajemen akan mempengaruhi dan menentukan apakah pembuatan keputusan dilakukan secara kelompok atau tidak.



0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Total Pageviews

 

(c)2009 I Was Just Here. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger